Selasa, 09 Agustus 2011

Tips Makan Sehat Saat Lebaran

Setelah menjalankan puasa selama sebulan penuh, kini saatnya umat muslim merayakan hari kemenangan. Hari raya lebaran biasanya identik dengan makanan-makanan yang bersantan dan berlemak yang bisa memicu penyakit tertentu. Bagaimana agar bisa tetap sehat selama merayakan hari kemenangan?

Pada saat lebaran masyarakat banyak makanan seperti opor ayam, rendang, gulai, sambal goreng ati dan makanan berlemak lainnya. Makanan tersebut biasanya mengandung kolesterol yang tinggi. Untuk itu sangat penting mangatur pola makannya, agar tidak mengganggu perayaan kemenangan lebaran.

Masyarakat harus tahu apakah asupan makannya sudah seimbang atau belum. Dengan komposisi karbohidrat sekitar 55 sampai 65 persen dari asupan kalori total, asupan lemak sekitar kurang dari 30 persen dari asupan kalori total dan asupan protein sekitar 10 sampai 20 persen dari asupan kalori total.

Berikut beberapa tips agar tetap sehat saat mengonsumsi makanan lebaran:
  1. Makan tetap teratur jadwalnya serta selalu tidak mengambil porsi yang terlalu besar setiap kali makan. Jadwalnya makan pagi sesudah shalat, selingan pagi, makan siang, selingan sore dan makan malam. Semuanya dengan porsi seperti hari-hari biasa.
  2. Konsumsi makanan dengan komposisi zat gizi yang seimbang, yaitu lebih banyak sumber karbohidrat kompleks (nasi atau ketupat), sedikit lemak dan protein (opor, gulai) serta sedikit sekali gula, minyak dan garam termasuk kue-kue yang manis.
  3. Setiap kali makan harus terdiri dari berbagai jenis makanan termasuk sayur dan buah. Dan jangan setiap kali makan hanya mengambil makanan yang disukai saja atau yang enak rasanya.
  4. Selalu ingat bahwa makanan yang kaya kandungan lemak akan memberikan asupan kalori yang paling besar.

Untuk mengurangi efek terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, usahakan mengurangi makanan yang manis-manis ataupun gorengan dan sebaiknya lebih memilih sayur dan buah saja,

Jadi, makanan berlemak dan bersantan bukan menjadi halangan dalam merayakan hari kemenangan asalkan porsinya tidak berlebihan. Dan Anda tetap sehat untuk bisa bersilaturahmi ke rumah sanak saudara.    

Kamis, 04 Agustus 2011

SAATNYA LAWAN HEPATITIS

Lebih dari 2 milyar penduduk dunia terinfeksi virus Hepatitis B dan 400 juta orang diantaranya menjadi pengidap kronis. Jumlah penderita Hepatitis C di dunia diperkirakan mencapai 170 juta orang. Sementara hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan dari 10.391 serum yang diperiksa, prevalensi HBsAg positif 9.4% yang berarti diantara 10 penduduk di Indonesia terdapat seorang penderita.

Demikian sambutan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH saat membuka Seminar Hepatitis di Kantor Kemkes, Jakarta (28/07). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia tahun 2011 yang bertema ”Saatnya Lawan Hepatitis” dengan subtema ”Ketahui, Cegah dan Obati - Hepatitis penyebab kanker hati, dapat menyerang siapa saja”. Tema dan sub tema ini relevan dengan fokus Pembangunan Kesehatan periode 2010 – 2014 antara lain menitik-beratkan pada upaya meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan menurunkan angka  kesakitan dan kematian akibat penyakit menular.  

Menkes menegaskan, Hepatitis merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Sejak tahun 1997, imunisasi Hepatitis B mulai dilakukan di Indonesia mencakup pemberian imunisasi pada bayi baru lahir atau birth dose menggunakan prefilled injection device.

Menurut Menkes, imunisasi Hepatitis B merupakan awal dimulainya upaya pengendalian Hepatitis di Indonesia. Selain imunisasi, peningkatan upaya pengendalian tersebut juga dilakukan dengan berbagai cara yaitu: Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Penapisan darah donor oleh Palang Merah Indonesia (PMI); dan Pengembangan jejaring surveilans epidemiologi Hepatitis. Di samping itu, perlu dilakukan pengkajian terhadap upaya-upaya inovatif seperti imunisasi pada remaja dan dewasa, deteksi dini, dan pengobatan untuk mencegah sirosis hepatis serta kanker hati.

”Keberhasilan Pengendalian Hepatitis sangat ditentukan oleh dukungan semua pihak, meliputi dukungan jajaran lintas sektor pemerintah di pusat dan daerah, organisasi kemasyarakatan, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kepedulian masyarakat tentang cara pencegahan, penularan, serta bahaya penyakit Hepatitis yang harus ditingkatkan”, tegas Menkes.

Seminar dihadiri pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemkes, Kemdagri, Kemhub, Kemnakertrans, Kembudpar, Kemdiknas, Kemenag, serta Kementerian PP & PA, Direktur RS, akademisi, organisasi profesi, dan LSM.

Sejumlah topik yang disampaikan dalam seminar diantaranya Pengembangan Program Pengendalian Hepatitis di Indonesia oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama, Penemuan kasus secara dini dengan skrining oleh dr. Rino A.Gani, SpPD-KGEH, FINASIM

Sejak tahun 2010 Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap tanggal 28 Juli. Tanggal ini merupakan tanggal kelahiran Dr. Baruch S. Blumberg yang menemukan virus Hepatitis B (1965) dan mengembangkan vaksin Hepatitis B serta mendapatkan hadiah Nobel untuk penemuannya tersebut (1976).

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021)52960661, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567, atau alamat e-mail kontak@depkes.go.id,

Selasa, 02 Agustus 2011

Langsing Sehat Berkat Puasa

Puasa juga bermanfaat menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi, dan membuang racun.

Puasa adalah ibadah yang menyenangkan bagi wanita. Dengan berpuasa, tubuh dapat terlihat lebih langsing. Ibadah jalan, tubuh pun lebih ampuh membuang lemak-lemak menumpuk.

Tak hanya bisa membuat tubuh lebih langsing, puasa juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mencegah gangguan lain di dalam tubuh.

Bahkan, berfungsi sebagai detoksifikasi karena saat puasa sistem pencernaan istirahat sehingga tubuh dapat melakukan pembersihan racun yang menumpuk.

Namun, semua itu harus dilakukan dengan puasa yang benar. Berikut tips mengatur pola makan untuk puasa yang baik
selama bulan Ramadan:

1. Atur pola makanSelalu konsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur dan berbuka. Konsumsilah makanan-makanan yang bergizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Untuk menghindari kelaparan, konsumsilah makanan yang kaya akan serat seperti sayuran dan buah. Hindari balas dendam makan tanpa aturan saat buka puasa.

2. Atur ritme dietPerubahan waktu makan adalah isu terpenting ketika puasa. Biasanya, kita dapat makan sebanyak tiga kali sehari. Ketika Ramadan, kita hanya dapat menyantap makanan pada sahur dan berbuka dengan rentang waktu sekitar 14 jam. Dalam rentang waktu tersebut, asupan makanan dan cairan pun terbatas.

Pada saat berbuka, biasanya kita akan dengan mudah kenyang hanya dengan minum banyak air. Kita pun harus membuat jeda untuk makanan berat, karena itu ada tajilan untuk mengganjal lapar. Sementara saat sahur, jagalah asupan nutrisi dan cairan pada tubuh agar tetap fit dan kuat menjalankan puasa sehari penuh.

3. Tetap olahraga
Untuk mendukung program diet Anda selama puasa, jangan lupa untuk melakukan olahraga. Waktu yang tepat untuk melakukannya adalah 1-2 jam sebelum berbuka. Hindari olahraga yang terlalu berat. Mungkin Anda bisa melakukan jalan santai di sekitar lingkungan rumah.

4. Jangan tidur setelah sahurTubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan yang kita santap pada saat sahur. Setidaknya beri jeda 30 menit bagi tubuh setelah makan. Tidur setelah sahur tidak dianjurkan karena akan mengganggu proses metebolisme tubuh.

5. Jauhi minuman dingin dan berkadar gula tinggiKetika berbuka, hindari minuman dingin dan berkadar gula tinggi. Biasakan untuk berbuka dengan air hangat. Air yang dingin hanya akan membuat perut kembung karena asam lambung dalam tubuh akan meningkat.

Hindari juga minuman yang terlampau manis karena memicu produksi insulin berlebih. Sebagai penggantinya Anda dapat mengonsumsi air kelapa tanpa pemanis karena kadar gula di dalamnya dapat meningkatkan gula darah dengan cepat tanpa merangsang produksi insulin.

6. Jangan makan besar saat berbuka Berbukalah dengan makanan ringan sehingga lambung tidak kaget. Jika Anda langsung berbuka dengan makanan berat, pencernaan Anda akan kaget karena harus langsung bekerja mencerna makanan setelah sebelumnya beristirahat bekerja sepanjang hari. Biasakan juga mengunyah makanan dengan baik karena dapat meringankan kerja pencernaan. (umi)

 

5 Bahan Alami Pengontrol Gula Darah

Mulai pare, lidah buaya, hingga daun mangga. Simak cara membuatnya!

Menjaga kadar gula darah agar tetap stabil bagi sebagian orang adalah hal sulit. Terutama, bagi mereka yang mengalami penyakit diabetes. Demi mengontrol gula darah, mengonsumsi obat adalah hal yang biasa dilakukan.

Sebenarnya ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Yaitu mengonsumsi makanan berikut, yang diketahui dapat menurunkan kadar gula dalam darah, seperti dilansir dari Idiva.com.

1. Pare

"Jika Anda mengalami diabetes tipe 2, Anda harus minum jus pare setiap hari. Mengonsumsi buah pahit ini dapat mengurangi kadar gula dalam darah. "Baiknya diminum pagi hari," kata dr T Devarajan dari rumah sakit Apollo, di Chennai, India.

2. Fenugreek
Dibandingkan pare, rasa pahit fenugreek memang lebih rendah. Tetapi memiliki efek sama sebagai penurun kadar gula dalam darah. Anda bisa menambahkan daun atau biji fenugreek dalam masakan.

Bisa juga meminum air bekas rendamannya. "Dianjurkan merendam satu sendok teh biji fenugreek dalam segelas air selama semalam. Saring, lalu minum airnya pada pagi hari," kata dr Deepali Shastri, ahli pengobatan Ayurveda asal Mumbai.

3. Aloe Vera
Gel tanaman yang populer dengan sebutan lidah buaya ini sudah lama diandalkan sebagai obat diabetes. "Campur setengah sendok teh daun salam yang telah dihancurkan, setengah sendok teh kunyit bubuk dan satu sendok teh alovera," kata dr Deepali.

Aduk campuran itu hingga rata dan konsumsi saat makan siang dan makan malam untuk membantu mengontrol gula darah.

4. Daun basil
"Ambil segenggam daun basil, lalu hancurkan. Campur daun yang telah dihancurkan dengan segelas air. Saring, lalu minum pada pagi hari," kata dr Deepali.

5. Daun mangga

Daun mangga juga bermanfaat untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Siapkan tiga hingga empat lembar daun mangga yang sudah dibersihkan. Diamkan selama satu malam dalam rendaman air, dan minum esok harinya.

5 Buah Penangkal Dehidrasi

Dehidrasi bisa dicegah dengan mengonsumsi buah dengan kandungan air tinggi.

Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami orang berpuasa adalah dehidrasi. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya memenuhi asupan cairan baik saat berbuka puasa maupun sahur. Untuk mencegahnya, Anda memang harus memperbanyak konsumsi cairan.

Bukan hanya dengan minum air putih, Anda juga bisa mengonsumsi buah yang mengandung banyak air. Sertakan saja lima buah berikut dalam menu sahur dan berbuka, agar Anda terhindar dari dehidrasi.

1. Semangka

Seperti dilansir Shape, penelitian yang dilakukan pada 2009 oleh tim dari University of Aberdeen Medical School menemukan bahwa kombinasi garam, mineral dan gula alami pada sayur dan buah dapat memenuhi cairan tubuh. Bahkan, lebih efektif daripada minum air putih atau sports drink.
Semangka berada di peringkat pertama, karena kandungan airnya mencapai 92 persen. Selain itu juga mengandung kalsium, magnesium potasium dan sodium, mineral penting bagi tubuh.

2. Paprika
Untuk buah yang satu ini, Anda bisa menjadikannya jus atau campuran masakan. Kandungan airnya mendekati semangka, yaitu 90 persen. Nutrisinya juga tidak kalah, karena mengandung vitamin C, thiamin, vitamin B6, beta karoten, dan asam folat.

3. Grapefruit
Menurut penelitian yang dilakukan tim dari Scripps Clinic di California, kandung zat kimia alami yang terdapat pada grapefruit dapat menurunkan level insulin dan mengontrol hasrat makan. Kandungan airnya juga sangat tinggi. Anda bisa menambahkan irisan grapefruit pada air putih atau menikmatinya dalam bentuk jus. 

4. Terong
Kandungan serat dan air pada terong sangat tinggi, tetapi kalorinya rendah. Ada keuntungan lain yang bisa didapatkan jika Anda mengonsumsi terong, yaitu tubuh lebih langsing karena bisa membantu menurunkan berat badan.

5. Kiwi

Kesegaran kiwi memang bisa langsung meredakan dahaga, apalagi dinikmati dalam keadaan dingin. Kandungan air dalam buah kiwi juga tinggi. Vitamin C pada kiwi lebih banyak 20 persen dibandingkan jeruk dan kandungan kalorinya  hanya 56 kalori.

Selasa, 19 Juli 2011

Anak Indonesia Harus Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat

Itulah pesan dari ibu Menkes kepada anak - anak Indonesia pada acara Festival Anak Indonesia di Lapangan Monas 16 - 17 Juli 2011. Tahun ini Kementerian Kesehatan menjadi ketua panitia Hari Anak Nsional.


Festival ini adalah rangkaian dari Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2011 yang diperingati setiap tanggal 23 Juli dengan tema "Anak Indonesia Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia". Festival ini diikuti lebih dari 5000 anak - anak, yang berisi banyak aneka permainan, menanam obat - obatan tradisional, hiburan yang edukatif, konseling bersama orangtua dan sebagaianya.(bgs)




 

Anak Indonesia Selalu Ceria

   

Ibu Menkes Melepas Anak - Anak Indonesia bersepeda sehat



Anak Indonesia Membuat Rekor Muri Menanam Obat Tradisional untuk Jamu





Anak - Anak Indonesia Mengikuti Lomba Menggambar





Antusias Anak Indonesia untuk Mendapatkan Informasi Kesehatan

Rabu, 04 Mei 2011

Jus Buah Lebih Efektif Cegah Sakit Jantung

MENGONSUMSI buah-buahan memang sangat bermanfaat bagi kesehatan termasuk mencegah penyakit pembuluh darah dan jantung. Namun riset terbaru mengindikasikan, mengonsumsinya dalam bentuk jus atau sari buah, ternyata memberi khasiat lebih besar ketimbang memakannya dalam bentuk utuh.
Dr. Kelly Decorde dari Universitas Montpellier Prancis dan timnya melaporkan penelitian yang untuk pertamakalinya membuktikan bahwa mengolah buah menjadi jus atau sari buah berdampak penting bagi kesehatan. Selama ini, kata Decorde, masyarakat mengonsumsi buah dalam bentuk olahan seperti jus, namun informasi mengenai komposisi nutrisinya hanya terbatas pada bentuk utuhnya.
Untuk menganalisis sejauh mana proses "juicing" ini mempengaruhi kandungan antioksidan kuat pada buah yang disebut fenol, Decorde dan timnya melakukan uji coba menggunakan hamster.
Binatang-binatang ini dibagi dalam kelompok dan di antaranya ada yang dibiarkan diet dengan kadar lemak dan kolesterol tinggi untuk memicu timbulnya aterosklerosis atau pembentukan plak-plak lemak dalam pembuluh arteri yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke . Kelompok hamster ada yang diberi buah apel, anggur ungu, jus apel, jus anggur dan air.
Di antara hamster juga ada kelompok yang dikontrol untuk menjalani diet normal. Jumlah buah yang dikonsumsi para hamster diseimbangkan dangan konsumsi normal manusia yang rata-rata sekitar tiga buah apel dan tiga rangkai anggur per hari . Hamster juga diberi jus yang setara dengan empat gelas per hari untuk manusia dengan berat 70 kilogram (154 pon).
Apel dan anggur menurut kajian para peneliti memiliki kadar fenol yang setara, sementara jus anggur ungu memiliki phenol 2,5 kali lebih banyak ketimban jus apel .
Pada akhir riset terungkap, dibandingkan yang diminum air, hamster yang diberi buah dan jus mencatat kadar kolesterol rendah, stres oksidatif rendah, serta akumulasi lemak yang sedikit pada pembuluh aorta, saluran utama yang menyuplah darah mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Jus anggur ungu tercatat memberi pengaruh paling besar diikuti buah anggur ungu, jus dan buah apel.
"Temuan ini mengindikasikan bahwa jumlah fenol yang terkandung dalam makanan memiliki pengaruh langsung terhadap kekayaan antioksidannya, " tulis peneliti yang memuat riset mereka dalam Molecular Nutrition and Food Research edisi April 2008.
Zat-zat antioksidan lainnya dalam buah-buahan seperti vitamin C dan karotenoid, juga dapat memberi kontribusi bagi khasiatnya. Hasil penelitian ini kata, Decorde, memberikan saran dan dorongan bahwa manfaat buah dan jus buah memiliki relevansi yang signifikan dan dapat diapliasikan bagi kesehatan masyarakat.